Mahasiswa, dosen, dan peneliti di bidang ekonomi dan manajemen hampir pasti familiar dengan Emerald Insight. Kita akan bicara tentang platform digital Emerald Insight nanti. Di sini, kita akan berkenalan dengan induknya terlebih dulu, yakni Emerald Publishing.
Sejarah Emerald Publishing
Pada 1967, kelompok akademisi dari bidang ilmu sosial dan manajemen di Universitas Bradford yang dimotori oleh Keith Howard mendirikan Management Consultants Bradford (MCB) UP Ltd.
Seiring perkembangan teknologi digital, kelompok akademisi tersebut merintis aplikasi database bernama Emerald Fulltext pada 1990-an. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung peneliti, mahasiswa, dan profesional dalam melakukan pencarian sumber lanjutan.
Kesuksesan aplikasi tersebut mendorong MCB University Press bertransformasi menjadi Emerald Group Publishing atau Emerald Publishing. Transformasi ini terjadi pada 2002.
Keberlanjutan Transformasi
Pasca transformasi tadi, Emerald Publishing mengalami perkembangan pesat lewat program akuisisi. Pada 2007, misalnya, mereka mengakuisisi buku-buku dari Elsevier. Program ini terus berlanjut meski Emerald Publishing diambil alih oleh Cambridge Information Group (CIG) pada 2022. Contohnya, pada 2023, mereka mengakuisisi buku-buku dan 35 jurnal dari Thomas Telford Limited.
Meski telah mengambil alih Emerald, CIG tidak melakukan perubahan drastis. Sebaliknya, pengalaman CIG di bidang penerbitan justru mempertegas eksistensi Emerald di bidang penerbitan literatur ilmiah global. Pada 2024, umpamanya, Emerald mengakuisisi Information Age Publishing. Hal yang sama mereka lakukan terhadap Now Publishers.
Puncak dari dukungan CIG terhadap visi Emerald yang hadir untuk peneltiian yang berorientasi dampak sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) versi PBB terjadi belum lama ini.
Di bawah komando CEO mereka, Vicky Williams (menjabat sejak 2018), berbagai terobosan terus dilakukan. Pada Oktober 2025, mereka meluncurkan model terbaru dari aplikasi database mereka dengan nama Emerald Insight.
Lewat semua program transormasi di atas, Emerald telah berkembang menjadi salah satu “rumah” bagi para peneliti, mahasiswa, dosen, dan praktisi dalam melakukan pencarian sumber-sumber ilmiah berkualitas. Namun, seperti IEEE Xplore dan Science Direct dari Elsevier, ada biaya yang tidak murah bagi kita jika ingin mendapatkan akses pada konten-konten bermutu di aplikasi Emerald Insight.
Seperti biasa, jika kamu membutuhkan akses pada satu atau beberapa artikel saintifik yang terdapat pada database Emerald, kamu bisa memanfaatkan jasa yang ditawarkan oleh situs ini.

