Tidak ada platform penelusuran jurnal internasional sekontroversial JSTOR. Meski memilih jalur damai, platform ini tetap mendapatkan sorotan publik akademik dalam kasus kematian Aaron Swartz pada 2013.
Kita akan menyinggung kasus Swartz secara khsuus nanti. Di sini, kita akan mengetengahkan lembaga yang menaungi JSTOR terlebih dahulu, yakni organisasi nirlaba yang bernama Ithaka.
Visi dan Produk Ithaka
Berpusat di New York, Ithaka melayani jutaan pengguna yang berasal dari 180 negara. Institusi ini mengklaim entitasnya sebagai organisasi pembelajaran dengan tujuan meningkatkan akses pada pengetahuan dan pendidikan global.
Guna mewujudkan tujuan tadi, Ithaka mengembangkan sejumlah produk digital yang dimaksudkan untuk membuat pendidikan lebih efektif, terjangkau, hingga dapat diakses oleh individu, institusi, maupun komunitas yang luas.
Dalam konteks layanan, Ithaka menawarkan tiga platform digital utama yang dapat digunakan oleh mahasiswa, dosen, dan masyarakat akademik, antara lain JSTOR, Ithaka S+R, dan Portico.
Tiga poduk di atas dirancang dengan fokus layanan yang berbeda-beda. JSTOR, misalnya, merupakan platform penelusuran jurnal, buku, foto, maupun sumber-sumber primer bagi pengajaran maupun hubungan antara gagasan.
Berbeda dengan JSTOR, Portico didesain untuk mendukung komunitas yang bekerja di bidang pemeliharaan jurnal dan buku elektronik maupun koleksi digital lainnya.
Adapun Ithaka S+R didesain untuk tujuan memperluas akses ke pendidikan pasca sekolah menengah yang berkualitas, meningkatkan hasil belajar mahasiswa, serta memajukan penelitian dan pengetahuan dengan cara membantu komunitas akademik dan budaya melayani kepentingan publik guna menavigasi perubahan ekonomi, teknologi, dan demografi.
Sejarah Ithaka
Kevin M. Guthrie mendirikan Ithaka Harbors, Inc., pada 2003. Niat awalnya adalah mendukung inovasi digital bagi pendidikan tinggi sekaligus melesatarikan konten-konten akademik.
Setahun berikutnya, Strategic Content Alliance bergabung sebagai devisi riset dan strategi. Bersamaan dengan ini, Ithaka S+R diluncurkan. Hanya saja, pada fase ini, Ithaka belum banyak dikenal oleh komunitas akademik.
Titik balik bagi Ithaka terjadi pada 2009 ketika JSTOR bergabung di bawah payung Ithaka dan segera mengubah wajah organisasi ini menjadi salah satu yang terdepan di dunia perpustakaan digital di dunia. Bersamaan dengan itu, layanan arsip digital, Portico, menyusul langkah JSTOR.
Masuknya JSTOR dan Portico mempercepat pertumbuhan Ithaka dalam skala yang lebih luas. Contohnya, pada 2019, Ithaka memperoleh pemasukan hingga 105 US dolar, di mana sebagian besarnya berasal dari JSTOR.
Pemasukan yang begitu besar yang disumbangkan oleh JSTOR tidak perlu membuat kita kaget. Meski Ithaka berstatus sebagai organisasi, layanan akses artikel jurnal melalui JSTOR tidak gratis.
Artikel Bung Hatta alias Mohammad Hatta yang terbit di Foreign Affairs pada 1953 tentang kebijakan luar negeri Indonesia (Indonesia’s Foreign Policy) tidak bisa kita baca gratis lewat JSTOR.
Untuk membaca tulisan tersebut kita harus mendaftar sebagai anggota. Untuk layanan download 10 artikel per-bulan di JSTOR, umpamanya, kita perlu mendaftarkan diri sebagai anggota JPASS terlebih dahulu dan membayar 19,50 US dolar per bulan atau 179 US dolar untuk langganan per tahun dengan jatah download hingga 120 artikel.
Jika harga berlangganan JPASS di atas menurut Anda relatif mahal, maka tenang. Ada alternatif akses ke jutaan artikel JSTOR dengan cara yang relatif murah, yaitu dengan memanfaatkan jasa download jurnal yang ditawarkan oleh situs ini.

