Tahap-Tahap Penerbitan Artikel di Jurnal Ilmiah

Bagikan

Hampir tidak ada mahasiswa maupun dosen (juga peneliti) di Indonesia hari ini yang tidak dituntut mempublikasikan hasil penelitian mereka dalam bentuk artikel di jurnal ilmiah.

Ya, jurnal ilmiah atau scientific journal sudah menjadi standar baku dalam dunia akademik di Tanah Air. Tidak jarang, kampus-kampus terkemuka menjadikan publikasi di jurnal ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa.

Dengan kebijakan tersebut, mau tidak mau, mahasiswa yang terdesak oleh waktu mencari jurnal-jurnal yang bisa mengakomodir keperluan mereka agar menerbitkan artikel mereka sesegera mungkin. Untuk tujuan ini, membayar ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Pokoknya, terbit. Kalau perlu, tanpa proses tinjauan dari mitra bestari.

Artikel ilmiah yang baik seharusnya terbit melalui tahapan yang normal. Tahapan penerbitan artikel pada jurnal lazimnya meliputi:

1. Pengiriman artikel ke jurnal

2. Peninjauan kesesuaian antara artikel dengan gaya penulisan, fokus, dan cakupan jurnal oleh editor

3. Peninjauan (review) artikel oleh pakar sebidang atau mitra bestari

4. Penulis melakukan revisi berdasarkan catatan dari mitra bestari

5. Jika dinyatakan layak, artikel akan diteruskan ke bagian produksi untuk mendapatkan penjadwalan terbit.

Pada jurnal-jurnal berreputasi baik, waktu terbit satu artikel biasanya membutuhkan proses sekitar 3 sampai 6 bulan. Kadang juga lebih. Semua bergantung pada “kelincahan” pihak-pihak yang terlibat dalam tiap tahapan di atas.

Ya, tidak semua jurnal ilmiah dapat dikatakan berreputasi baik. Untuk Indonesia, ada standarisasi tata kelola jurnal ilmiah yang berlaku. Standarisasi ini dirumuskan dalam format ranking Sinta, mulai dari 6 hingga 1.

Jurnal yang terindeks di Sinta 1-3, umumnya, telah menjalankan tahap-tahap penerbitan yang ideal. Sedangkan jurnal-jurnal di kategori Sinta 4-6 masih dalam proses menuju yang ideal.

Lantas bagaimana dengan yang belum termasuk dalam indeks Sinta? Ya, jurnal-jurnal itu masih jauh dari yang ideal.

Untuk mengetahui status ranking suatu jurnal, kita bisa melakukan pengecekan lewat situs Sinta.

Artikel Sejenis

Blog

Ithaka publishing: organisasi induk platform JSTOR

Tidak ada platform penelusuran jurnal internasional sekontroversial JSTOR. Meski memilih jalur damai, platform ini tetap mendapatkan sorotan publik akademik dalam kasus kematian Aaron Swartz pada

Solusi download artikel jurnal ilmiah

Kamu kesulitan download artikel ilmiah dari penerbit dan database, seperti Scopus, Science Direct, Emerald, IEEE Xplore, Springer Nature, dll.?