Informa: perusahaan induk penerbit Taylor & Francis

Bagikan

Nama Routledge dan Taylor & Francis mungkin tidak asing bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti. Nama pertama biasa ditemui pada sampul buku-buku berbahasa Inggris, sedangkan nama kedua kerap ditemui ketika kita melakukan penelusuran artikel dari jurnal-jurnal saintifik di dunia internet.

Meski dua nama di atas cukup familiar, tidak banyak yang tahu bahwa keduanya merupakan sub devisi dari perusahaan induknya: Informa. Seperti apa perusahaan ini, sejarah, dan kiprahnya di dunia penerbitan sumber-sumber akademik merupakan poin-poin yang kita ketengahkan di sini.

Sejarah Informa: bermula dari majalah

Informa sejatinya merupakan perusahaan yang relatif baru. Situs resminya menyebut bahwa perusahaan ini berdiri pada 1998 berkat penggabungan IBC Group plc dan Lloyd’s of London Press.

Walau begitu, embrio Informa sejatinya berasal dari akhir abad kedelapan belas, tepatnya ketika Richard Taylor mendirikan The Philosophical Magazine pada 1798. Meski menempati posisi sebagai salah satu jurnal ilmiah tertua di Inggris, majalah tersebut masih terbit masih terbit hingga hari ini.

Sebagai seorang yang fokus pada penerbitan, bersama Dr. William Francis, Richard Taylor mendirikan perusahaan penerbitan bernama Taylor & Francis pada 1852. Lebih dari satu abad berikutnya, tepatnya pada 1973, The Institute for Internasional Research (IIR) didirikan. Lembaga ini berfokus pada penerbitan buletin dan konferensi-konferensi para spesialis. Taylor & Francis serta IIR, dalam perkembangannya, menjadi bagian dari Informa.

Layanan Informa

Informa sejatinya menjual beragam produk di luar layanan publikasi penelitian akademik yang populer di bawah merek Taylor & Francis, Routledge, CRC Press, Dove Medical Press, dan F1000. Layanan Business to Business (B2B) dalam bidang pameran tahunan yang mengubungkan pembeli dan penyedia layanan ikut disediakan oleh Informa lewat merek Informa Market. Secara garis besar, produk-produk Informa ditujukan untuk menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara pembeli dan penjual layanan di dunia digital.

Sebagai pihak yang memposisikan perusahaannya seumpama jembatan, Informa menawarkan wawasan dan pengetahuan bagi pembeli dan penjual lewat kepakaran mereka dengan bekal data-data dan kemampuan riset.

Sudah tentu, kekayaan data berbasis riset yang dimiliki oleh Informa tidak perlu diragukan. Paling kurang, kekayaan ini dapat kita lihat dari basis data Taylor & Francis yang merangkum lebih dari 4 juta artikel terevaluasi (peer-reviewed) dan lebih dari 190.000 buku pembelajaran lanjutan berkualitas tinggi. Koleksi Taylor & Francis yang kaya tadi memang tidak gratis tersedia untuk publik. Tetapi, tenang. Akses ke database Taylor & Francis bisa kamu dapatkan dengan biaya yang relatif murah lewat layanan di situs ini.

Artikel Sejenis

Blog

Tahap-Tahap Penerbitan Artikel di Jurnal Ilmiah

Hampir tidak ada mahasiswa maupun dosen (juga peneliti) di Indonesia hari ini yang tidak dituntut mempublikasikan hasil penelitian mereka dalam bentuk artikel di jurnal ilmiah.

Blog

Ithaka publishing: organisasi induk platform JSTOR

Tidak ada platform penelusuran jurnal internasional sekontroversial JSTOR. Meski memilih jalur damai, platform ini tetap mendapatkan sorotan publik akademik dalam kasus kematian Aaron Swartz pada

Solusi download artikel jurnal ilmiah

Kamu kesulitan download artikel ilmiah dari penerbit dan database, seperti Scopus, Science Direct, Emerald, IEEE Xplore, Springer Nature, dll.?