Jika ada penerbit yang lahir dari kisah cinta antara karyawan dan mentornya, maka penerbit itu adalah Sage. Dalam memoarnya, Being Sage Memories of the First 45 Years, Sara Miller McCune menceritakan bagaimana mantan bos yang lantas menjadi suaminya, George McCune, mendorongnya untuk mendirikan penerbit sendiri.
Berkat dorongan tadi dan berbekal pengalaman bekerja di dua perusahaan penerbitan tempat ia bekerja sebelumnya, Macmillan Inc. dan Pergamon Press Ltd., Sara mendirikan Sage Publishing sebulan setelah ulang tahun yang ke-24. Sage sendiri merupakan akronim dari Sara dan George. Singkatnya, sebagai penerbit, Sage Publishing berdiri pada Januari 1965 di Kota New York. Sara mendirikan perusahaan ini dengan modal $500 (sekitar 8.500.000 rupiah dalam kurs hari ini).
Awal Pendirian
Pada awal pendiriannya, Sage Publishing diorientasikan untuk mengisi kekosongan sumber-sumber ilmiah di bidang sosiologi dan ilmu politik. Jurnal Urban Affairs Quarterly (sekarang: Urban Affairs Review) merupakan terbitan pertamanya. Seperti yang ditulis oleh Sara dalam memoarnya, jurnal ini sejatinya terbit secara tidak disengaja.
Sara sedang duduk untuk minum bersama mantan dosennya di Queens College, profesor di bidang ilmu politik, Marilyn Gittell. Dalam obrolan mereka, Marilyn mengaku ingin menerbitkan jurnal akan tetapi menyesalkan kenyataan bahwa City University of New York tidak memiliki penerbit universitas. Mengingat surat izinnya baru saja terbit, Sara lantas menawarkan perusahannya sebagai payung bagi penerbitan jurnal yang dimaksud oleh Gittell.
Gayung bersambut, keesokan harinya, Gittell menyetujui tawaran tadi. Kala itu, belum ada mesin percetakan offset. Penataan huruf dilakukan dengan tangan. Sara sendiri bertindak sebagai penyunting naskah. Ia menyaksikan sendiri bagaimana AUQ keluar dari mesin cetak letterpress sembilan bulan sejak Sage didirikan.
Perkembangan Sage
Sejak itu, Sage Publishing terus berkembang hingga menjadi salah satu dari lima penerbit referensi ilmiah terbesar di dunia (big five). Tentu saja, beragam terobosan dan adaptasi telah dilakukan oleh Sara hingga mengantarkan Sage sampai pada titik pencapaiannya hari ini.
Pada 1971, misalnya, Sage memperluas ekspansinya ke London. Sepuluh tahun berikutnya, mereka menjadi perusahaan Barat di bidang penerbitan yang pertama mendirikan kantor penuh di India.
Selain buku, Sage menerbitkan lebih dari 1000 jurnal ilmiah dalam berbagai bidang. Angka ini sekilas jauh jika dibandingkan dengan jumlah jurnal yang diterbitkan Elsevier. Akan tetapi, Sage dikenal dengan kualitasnya yang terkonsentrasi dalam bidang asal mereka, yakni ilmu sosial. Dengan demikian, Sage tampak memilih untuk menjadi penerbit yang mendominasi pada ceruk tertentu secara mendalam ketimbang menerbitkan segalanya. Seiring perkembangan teknologi internet, Sage menyediakan aplikasi gerbang pencarian menuju artikel-artikel pada jurnal ilmiah yang mereka terbitkan. Paltform ini mereka namanya Sage Journals. Meski menyediakan sejumlah artikel gratis dengan lisensi akses terbuka, mayoritas artikel yang mereka terbitkan menerapkan metode berlangganan alias tidak gratis. Nah, jika tidak berlangganan dan kamu tetap ingin membaca artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Sage Publishing, kamu bisa memanfaatkan Jasa Download Jurnal.

